4 Cara Mencegah Banjir di Rumah Tahun 2022

 Musim penghujan tahun 2022 mulai dirasakan oleh beberapa wilayah di Indonesia. Pada awal bulan Oktober, semua kabupaten di Bali khususnya sudah merasakan hujan ringan sampai hujan lebat. Biasanya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama menyebabkan beberapa musibah diantaranya, genangan air, banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Genangan air jika terjadi di jalan raya maupun rumah dapat mengganggu beberapa aktivitas. Apalagi lantai rumah yang dilapisi oleh beton, batu, ataupun paving dengan daya serap yang rendah dapat menambah genangan air. Genangan air juga dapat memicu wabah penyakit seperti diare dan demam berdarah (nyamuk).

Banjir merupakan genangan atau limpasan air permukaan yang lebih besar. Banjir terutama banjir bandang akibat hujan bisa saja terjadi karena cathment area di pegunungan sudah minim karena pembalakan hutan. Apalagi jika ditambah oleh perilaku membuang sampah ke sungai, maka banjir akan berlangsung semakin parah. Biasanya sekup daerah yang terkena banjir adalah dataran rendah yang cekung di perkotaan. Banjir bandang juga dapat melanda lahan pertanian, perkebunan dan tegalan.

Kaitannya dengan musim hujan ini sebaiknya kita mempersiapkan agar tidak terjadi genangan air di rumah. Dimulai dari sekup yang kecil kemudian menularkannya kepada komunitas. Berikut ini cara mencegah banjir di rumah:

1. Membuat Biopori

Biopori adalah lubang di pekaranagn rumah sedalam 1-1,5 m. Lubang berdiameter antara 5-10 cm. Ada alat khusus yang bisa digunakan untuk membuat biopori. Sebaiknya di rumah diisi biopri antara 10 - 30 biopori tergantung luas rumah. Biopori berfungsi menjadi sumur resapan berskala kecil. Langkah ini dapat meningkatkan resapan air ke dalam tanah sehingga tidak terjadi genangan air atau banjir.

Sumber: https://www.google.com/


2. Menata Lantai Pekarangan Rumah

Pekarangan rumah yang aman dari banjir adalah pekarangan rumah yang lantainya ditata. Artinya harus ada permukaan tanah yang dibiarkan selain dipasang keramik, batu, maupun paving. Permukaan tanah ini juga menjadi lokasi infiltrasi air ke dalam tanah sehingga meminimalisir banjir. Di perkotaan, pekarangan rumah sering mengalami genangan air karena tidak ada permukaan tanah untuk air bisa meresap ke dalam.

Sumber: https://www.google.com/AAAdAAAAABAD


3. Memilah dan Membuang Sampah pada Tempatnya

Sampah menjadi masalah jika tidak berada pada tempatnya yang sesuai. Sampah jika dibuang ke sungai dapat mengganggu ekosistem sungai, menghalangi jalannya air, dan merusak estetika alam. Maka dari itu, cegah sedini mungkin membuang sampah ke sungai/gorong-gorong agar kemungkinan air berjalan dengan lancar ke hilir.

4. Menanam Tanaman

Tanaman secara alami dapat menyerap air. Semakin banyak tanaman/phon maka semakin banyak petugas penyerap air. maka tanamilah pekarangan rumah dengan tanaman yang porposional agar air terserap disertai lingkungan Anda akan semakin sejuk dan alami.

Demikian solusi yang solutif untuk mencegah banjir di rumah tahun 2022. Jika terdapat cara lain yang lebih jitu agar mempostingnya pada bagian komentar. Terima kasih.